Hari ini hari minggu, 11 agustus 2013, ini adalah hari ke-4 hari raya Idul Fitri.
Hari ini sya bangun agak terlambat karena tidak ada aktifitas. Namun hari ini terasa berbeda.
Saya mengambil HP dan melihat ada beberapa pesan dari beberapa teman. Ada yang menenyakan kabar, kapan balik ke BNA ?, ada juga yang masih sibuk dengan ucapan selamat lebaran, padahal sudah hari ke-4.
Perasaan tidak enak, untuk menutupi kegelisahan ini saya pergi ke warung didekat rumah untuk sekedar ngopi dan ngobrol. Namun seperti yang saya bilang tadi hari ini sedikit berbeda. Ada kawan yang menceritakan kisah tragis yang menimpa seorang gadis di desa Rayeuk menje yang diperkosa, dibunuk, dan dirampok. Yang pelakunya (katanya) adalah pacarnya sendiri.
Kok sampe segitunya yaa,,,,,,, motifnya apa ? nyawa seperti gak ada harganya.
Jam mnunjukkan angka 1:00, sudah waktunya zuhur, saya pulang kerumah. Sesampai diruma saya langsung menggambil HP untuk melihat apakah ada pesan yang masuk, yaaa….. ternyata ada beberapa pesan, namun hanya beberapa pesan yang saya jawab.

HP saya letakkan lagi, saya langgung mengambil wudhu untuk shalat zuhur.
Setelah shalat saya kembali mengambil HP, karena ada beberapa pesan yang belum sempat saya baca. Saya memulainya dari pesan yang paling bawah.
Wahh,,, dari kawan kuliah ‘bisik saya dalam hati’ apa ini ucapan selamat lebaran?’ sambil membukan pesan dari saudara Bustami.
Saya membacanya:
Asslmkm wr.wb.
Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un
Telah berpulang kerahmatullah Naziron SHI
Kecelakaan di lhoong Aceh Besar.
Semoga Allah mengampuni dan menerima semua amal bebaikannya.
Amiin ya Allah ya Rabbal alamin.
Naziron…………?????
Saya teringan sosok pemuda yang ramah yang berkacamata. Salah satu mahasiswa yang baik di jurusan Perbandingan Hukum. Mahasiswa yang ramah, mahasiswa yang santun, kenapa dia ya Allah? Kenapa Naziron???
Empat tahun yang lalu, saya sangat suka dengan tulisan arabnya, begitu rapi dan indah. Pernah suatu hari ketika belajar mata kuliah membahas kitab tafsir II dia meminta untuk menulis catatan saya dalam bahasa arab, karena dia melihat saya sudah bosan menulis catatan saat itu.
"Bereh that tulesan droneh teungku heuh,, singoh akan lon duk disampeng drouneh lom’ kata saya ketika melihat tulisan arabnya.
‘hahahah,,,,, pane na bereh lege nyan, beu biasa temuleh rozi, menyo kabiasa insyaallah got kedrojih’ jawabnya.
Lembaran catatan itu sudah jadi kenangan, karena sudah meninggal dalam suatu kecelakaan di lhoong di minggu pagi.
Saya teringat ketika dia mengajak saya ke Samahani untuk makan roti samahani dan keliling waduk. Namun saya selalu menunda-nunda, bahkan sampai hari ini keinginan itu belum sempat terlaksanakan.
Pertemuan didepan gedung fakultas Syariah merupakan terakhir kalinya saya melihat wajah yang teduh itu,
Saya: ‘ho teungku?’
Naziron : ‘lon nek mita referensi, gepeugah le pak prof harus na referensi dari kitab, droneh ho that treb hana nejak u kampus?’
Tak pernah disangka bahwa ini adalah percakapan terakhir kita.
Terakhrir saya mendapat informasi dari saudara TM bahwa jenazahnya sudah dikebumikan sekitar jam 15:30.
Sahabatku, naziron, maafkan kalau ada kesalahan kami selama ini.
SELAMAT JALAN SAHABAT-KU, Doa kami selalu menyertaimu. Kau adalah sahabat terbaik kami. Semoga Allah menyatukan kita kembali kelak di surga yang tinggi… Amin,,,,,,,,,,