petama-tama saya harus mengatakan bahwa saya adalah salah satu orang yang sangat setuju tentang perayaan maulid Nabi, bukan karena banyak makanannya tapi karena hal itu sudah difatwakan oleh ulama-ulama, seperti yusuf qaradhawi, Said Ramadhan dan banyak lagi...
Pada dasarnya tidak semua yang baru adalah bidah yang dhalalah.
Meskipun begitu, dalam setiap perayaan maulid nabi janganlah hanya sekedar "makan-makan" dan buat "lucu". Sudah menjadi tradisi di Aceh bahwa saat maulid selalu diadakn kenduri besar-besar,,, saya sangat setuju dan kalau kita lihat dari pandangan sosial inipun sangat baik. akan tetapi jika hanya sekedar itu rasanya kita kehilangan inti daripada maulid itu sendiri.
Pada mulanya maulid diadakan untuk meningkankan semangat kaum muslim setela menjalani perang salib yang sangat lama. meskipun pada saat itu tentara Islam menang namun raja melihat mereka sudah tidak semngat lagi (karena lamanya peperangan). dalam hal ini, sulta Salahuddin Al-ayyubi mengadakan perayaan maulid secara besar-besaran untuk mengenang Rasul sehingga membangkitkan kembali semangat kaum muslimin.
jadi, kalau acara maulid hanya sebatas kenduri apa Istimewanya?
sekali lagi , kenduri itu sangat baik,,, tapi akan sangat lebih baik jika kita kembali merenungkan bagaimana sejarah rasul dalam memperjuangkan agama ini. disamping itu kita juga harus menjadikan beliau sebagai panutan dalam kehidupan sehari-hari, bukankah beliau itu diutus untuk memperbaiki akhlak kita?
Dlam acara dakwah yang diakan (biasanya) pada malam hari sebaiknya juga jangan jadi tempat lawak. pada dasarnya dakwah pada momen peringtan maulid adalah untuk mengenang nabi sehingga tercapai apa yang saya sampaikan diatas itu. buka sebagai tempat lawak lebih-lebih sebagai tempat kampanye. celakanya ada yang menjadikan mimbar sebagai tempat caki-maki
"DPR bui" ehhhh tau2 nya lusa dia sudah termasuk golongan "bui" (sudah jadi DPR) hahahahah #mati ketawa.
saran saya, penceramahnya harus disotir. jangan pelawak.. bukankah masih banyak Dayah-dayah di Aceh yang masing2 memiliki guru yang berkompetesi dalam hal dunia dakwah... ? saya rasa mereka lebih baik diundang, jngan pelawak...
hal ini penting agar "maulid tak sekedar sie manok"
EmoticonEmoticon