Sunday, 13 March 2016

Duduk dengan kawan yang baik

Lukmanul Hakim pernah berpesan kepada anaknya:

"Nak, jika kamu melihat ada sekumpulan orang alim yang sedang diduk, maka mampirlah. Karena diaini, kalau ilmu kamu masih rendah kamu bisa belajar pada mereka, dan jka ilmu kamu melebihi yg mereka punya makankamu bisa mengajarkan mereka, dan disini kami tidak akan dihina."

Kemudian Lukmanul hakim melanjutkan:

Dan jika kamu melihat sekumpulan orang yang tidak baik, maka jngn kamu singgah, karena disini ikmu yang kamu miliki tidak berhuna bagi mereka, dan kamu hanya akan menjadi ledekan.
___________
Nongkrong sudah menjadi suatu kebiasaan bagi orang indonesia, khususnya di Aceh. Setiap hari ribuan orang duduk di kafe2, dan kedai kopi. Bermacam permasalahan dibicarakan disini, mulai dari pemilihan presiden hinggai pemilihan kepala desa.

Disini, lama tidaknya waktu nongkrong sangat dipengaruhi oleh lawan bicara (teman). Karena duduk berjam jam akan sangat membosankan jika tidak menemukan teman yang pas.

Nasehat Lukmanul hakim diatas mungkin bisa diterapkan disini, yaitu ketika kita dduk di kedai kopi, carilah orang (kawan) yang alim. Alim adalah orang yang berilmu pengetahuan.

Duduk dengan orang yang berilmu kita dapat berdiskusi, bertujar pikiran atau mendengar nasehat. Jika kita tahu lebih kita bisa menyaipaikan pada mereka, san jika kita kurang pemahaman tentang suatu masalah mereka bisa menerangkannya. Disini kita akan dihormati.

Beda halnya duduk dengan orang yang tidak berilmu. Duduk dalam kelompok mereka hanya berlaku satu rumus:
Kalau tidak mempermalukan orang lain terlebih dahulu, maka kamu akan dipermalukan.

Inilah yang menjadi lndasan utama bhn pembicaraan orang yang tidak berilmu. Saling mengejek. Mreka tidak ada pengetahuan tentang hal lain, jadi saat berkumpul yang menjadi pembicaraan adalah kekurangan lawan.

Jadi, kalau mau duduk lama2, carilah kawan yang berilmu.


EmoticonEmoticon